Rabu, 24 Februari 2016

Sejarah / Asal-usul Kampung Ketandan - Surabaya

    Ketandan yang merupakan salah satu daerah yang masuk dalam peta kota Surabaya tidak secara khusus disebut dalam satu atau beberapa tulisan yang selama ini ada, bahkan Kota Surabaya pun dalam beberapa catatan yang telah kami baca ataupun dari beberapa sumber yang kami ketahui, tidak ada satupun yang secara jelas menyebutkan hubungan sejarah antara Surabaya dengan Majapahit, walaupun dalam beberapa hal Surabaya dikaitkan dengan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahitn tahun 1293.
    Pun di Surabaya tidak ditemukan sama sekali artefak, candi ataupun lainnya yang menceritakan hubungan anatara Surabaya dengan majapahit,
    Surabaya yang konon merupakan Hujung Galuh dalam cerita sejarah Majapahit, memang hanya sebagai pelabuhan tempat perhubungan antar benua dan tentunya bnetuk pelabuhannya tidak seperti sekarang ini, dahulu hanya pelabuhan perahu dan kapal layar.
    Dalam sebuah catatan Surabaya ini dibangun oleh kearifan lokal orang-orang Surabaya, dibangun tidak hanya memburu estetika tetapi ada pertimbangan spirit energi alam, keseimbangan antara kekuatan pertanahan, aktivitas dagang, dan spiritualisme jawa sehingga membuat Belanda kagum dan menjulukinya dengan Amsterdam from the east, kembaran Amsterdam dari timur, yang menggambarkan betapa kota ini dibangun dengan penataan yang matang.
    Masih dalam catatan yang sama, Surabaya merupakan kota kerajaan dimana hal tersebut dibuktikan dengan masih ditemukan beberapa nama tempat yang mendukung adanya sisa kerajaan yang berpusat di Kraton, yang kini diapi Jl. Kramatgantung dan Jl. Pahlawan denga pusatnya Alon-alon yang kini sudah menjadi kantor bank Indonesia.
    Dalam catatan inilah baru muncul nama-nama kampung yang sampai sekarang beberapa nama tersebut masih terlihat keberadaannya, seperti Kampung Temenggungan, Maspati yang merupakan tempat pemukiman para pejabat Kraton, atau sebut saja Bubutan yang dalam bahasa portugis itu berarti Butotan, pintu menuju keraton.
    Dari nama kampung-kampung yang ada tersebut barulah disini muncul nama KETANDAN yang dimasa lampau disebut KETANDANG atau Perang Tandang, disinilah barak tempat para prajurit Kraton tinggal, apakah memang demikian Ketandan yang kita ketahui ini adalah dulunya tempat para prajurit kraton tinggal dan menempati daerah ini ? Kita belum bisa membuktikannya.